8 Sniper Terhebat Dalam Sejarah

.

Penembak jitu atau biasa disebut sniper ini merupakan prajurit dari angkatan bersenjata dari masing- masing negaranya. Menjadi sniper memerlukan syarat khusus, selain ketrampilan menembak, akurasi, ketenangan juga sangat diperlukan untuk menjadi seorang sniper yang disegani. Berikut ini adalah para Sniper terhebat yang tercatat dalam sejarah dunia.

8. Thomas Plunkett

Died in 1851

Dia adalah seorang prajurit Irlandia yang masuk pasukan penembak ke 95 inggris. Yang membuatnya menjadi yang terhebat adalah ketika dia menembak seorang jenderal perancis yang hebat pada masanya, Auguste-Marie-François Colbert. Ketika terjadi pertempuran di Cacabelos dan mundurnya pasukan Monro pada 1809, Plunkett menggunakan senapan Baker, menembak jenderal perancis pada jarak sekitar 600 Meter. Menciptakan sebuah rekor tembakan terjitu pada awal abad 10. Banyak yang ragu, apakah ini memang sebuah tembakan yang Jitu, atau hanya sebuah kebetulan dan keberuntungan belaka. Tentu saja, Plunkett tidak ingin pasukannya mengira bahwa dia hanya beruntung dan memutuskan untuk menembak seseorang lagi sebelum kembali ke barisannya. Kemudian dia me-reload kembali senjatanya dan mengincar seorang peniup terompet yang datang memberikan pertolongan pertama pada jenderal yang tertembak. Ketika tembakan kedua kembali mengenai target, Plunkett menatap ekspresi wajah para prajuritnya yang terpesona dan tentunya membuktikan bahwa dia memang seorang penembak yang benar-benar jitu.

7.  Charles ‘Chuck’ Mawhinney

1949 –present
103 Confirmed Kills

Pada perang Vietnam, ada dua nama sniper AS yang sangat terkenal, yaitu Carlos Hathcock dan Chuck Mawhinney. Nama Chuck mungkin tidak seterkenal Carlos Hathcock yang mampu membunuh seorang jenderal Vietnam Utara, tapi bila dilihat dari jumlah kill hit yang dikumpulkan, Hathcock harus angkat topi kepada Mawhinney dengan membukukan rekor 103 kills, sedangkan Hathcock hanya membukukan 93 kills. Namun demikian, si Mawhinney tidak ingin terlalu mengekspose hal tersebut dan lebih memilih hidup tenang dan melupakan semua kenangan tentang Vietnam.

Ia dikabarkan telah membunuh 103 orang. Namu, seperti kita semua tahu, biasanya jauh lebih banyak dari yang sebenarnya. Ini dikarenakan seringkali, tubuh para korban yang tertembak disembunyikan / dibuat hilang untuk alasan keamanan. Korbannya senapannya kemungkinan lebih dari 200 orang . Mawhinney mulai dikenal orang karena ada orang yang menulis buku tentang dia.

6. Rob Furlong

Berpuluh-puluh tahun rekor menembak jauh Hathcock tidak tergoyahkan, akhirnya rekor lama ini dipecahkan oleh seorang Sniper dari Kanada, Rob Furlong, seorang mantan Kopral Angkatan Bersenjata Kanada, yang memegang rekor membunuh untuk jarak menembak terjauh kedua dalam sejarah (2,430 meter atau 2,657 yard). Panjang tersebut kira-kira setara dengan 26 lapangan sepak bola.

Itu terjadi pada tahun 2002, dalam Operasi Anaconda. Saat itu tiga orang Al-Qaeda sedang berpindah posisi ke gunung. Furlong dilengkapi dengan senjata .50 calibre McMillan Tac-50. Ia menembak sebanyak 3 kali. Waktu yang diperlukan setiap peluru untuk sampai ke sasaran adalah sekitar 3 detik karena jarak yang jauh. Ini cukup bagi musuh untuk berlindung. Saat menembak, dua peluru pertama meleset. Tapi sebelumnya, setelah penembakan yang kedua, Furlong serta-merta melepaskan tembakan ketiganya. Namun militan yang sudah mendengar 2 kali tembankan telah sadar dan segera mencari tempat berlinding. Tak disangka tepat saat bergerak, peluru ketiga Furlong sudah bersarang di dada musuhnya.

5. Vasily Zaytsev

March 23, 1915 – December 15, 1991
242 Confirmed Kills

Pernah menonton film yang dibintangi oleh Jude Law yang berjudul ‘Enemy At The Gates’ ? Film ini mengangkat kisah seorang Sniper Top pasukan Uni Soviet yang bernama Vasily Zaytsev. Vasily dianggap sebagai sniper paling berbahaya bukan karena jumlah kill hit (149 kills, 400 yang belum bisa dikonfirmasi), tapi karena duel mautnya dengan sniper top dari Jerman, yaitu Heinz Thorvald. Duel antar sniper ini kerap kali terjadi di Stalingrad, dimana para sniper ini kerap harus berpindah tempat dari puing satu ke puing yang lain dan kadang harus menggali agar tidak diketahui musuh, yang sangat dikenal dengan sebutan perang tikus (War of the Rats).

Kisah kejayaan Vasily yang dipropagandakan Rusia tentu memaksa Jerman mengirimkan sniper terbaiknya, Heinz Thorvald, untuk menghabisi Vasily. Jerman pun membalas propaganda tersebut dengan propaganda serupa, maka tersiarlah kabar bakal ada pertarungan antar dua sniper tangguh. Mereka pun akhirnya bertemu dan bertempur yang akhirnya dimenangkan oleh Vasily.

Cerita dari film ‘Enemy At The Gates’ terinspirasi oleh hidupnya. Dia bertugas di 1047th Riffle Regiment. Zaytsev dikabarkan telah membunuh 242 antara Oktober 1942 dan Januari 1943. Namun, menurut perkiraan, lebih dari 400 orang.Erwin König adalah diduga sniper sangat terampil dikala itu. Zaytsev secara gamblang menyatakan duel dengannya. Duel ini berlangsung selama tiga hari di reruntuhan Stalingrad. Detail yang sebenarnya terjadi kurang lengkap, namun pada akhir setelah tiga hari duel, Zaytsev berhasil membunuh penembak jitu itu dan menyatakan bahwa pertarungan ini adalah yang paling berharga.
Zaytsev melatih di sebuah sekolah sniper di pabrik Metiz. Diperkirakan bahwa pra sniper yang ia latih telah membunuh lebih dari 3.000 prajurit musuh.

4. Lyudmila Pavlichenko

July 12, 1916 – October 10, 1974
309 Confirmed Kills

Lyudmila Pavlichenko adalah salah satu dari sekian tentara merah wanita Rusia yang bertempur pada era perang dunia kedua. Yang membuat dia sangat luar biasa adalah kemampuan menembaknya sangat luar biasa, dimana pada masa itu Lyudmila membukukan kill hit sebanyak 309 jiwa, termasuk 36 sniper musuh! Namun sayang, dia terkena serangan mortar dan harus ditarik dari medan pertempuran.

Pada masa pemulihan luka itu, Lyudmila berkunjung ke negara AS dan Kanada dalam rangka propaganda Uni Soviet. Dia pun bertemu dengan Franklin D. Roosevelt di White House dan menjadi warga Rusia yang pertama kali bertemu presiden AS di White House. Setelah sembuh pun Lyudmila tidak diterjunkan di medan pertempuran lagi, hanya dijadikan instruktur untuk sekolah sniper, hingga perang usai. Ia dianugrahi medali Gold Star of the Hero of the Soviet Union dan wajahnya dijadikan stampel prangko.

Lyudmila Pavlichenko merupakan sniper wanita terbaik yang pernah dicacat sejarah. lahir di Bila Tserkva, ia turut bertempur dalam 3 perang besar yaitu, Perang Dunia II, Pertempuran Odessa, dan Pertempuran Sevastopol. Sebenarnya saat Jerman menginfasi Soviet, Lyudmila ditawarkan untuk menjadi suster. Namun ia menolak, dan bergabung dengan 2000 sniper wanita lainnya dalam Pasukan Merah Soviet.

Atas jasanya, ia diberi penghargaan Gold Star pada taun 1943 dan diterbitkan prangko yang memuat fotonya sebagai dedikasi terhadapnya. Ia akhirnya meninggal pada usia 58 tahun, di Moscow.

3. Francis Pegahmagabow “Peggy”

March 9, 1891 – August 5, 1952
378 Confirmed kills

Tiga kali menerima medali militer dan dua kali terluka parah, dia adalah seorang penembak jitu dan mata-mata yang hebat, dengan 378 korban jiwa dan 300 orang sandera. Dia adalah seorang prajurit Objiwa yang selalu berperang bersama pasukan Kanada seperti ketika berperang di Gunung Sorrel. Seakan membunuh hampir 400 orang jerman tidaklah cukup, dia kemudian mendapat medali penghargaan karena telah mengantarkan pesan ditengah baku tembak yang luar biasa mengerikan ketika komandan pasukannya terluka parah dan untuk menerobos baku tembak ketika pasukannya kehabisan peluru dan mengambilkan stok peluru untuk mereka. Meskipun menjadi seorang pahlawan bagi para bawahannya, dia dengan mudah dilupakan ketika pulang ke Kanada. Tapi bagaimanapun, dia adalah seorang Sniper terhebat dalam PD 1.

2. Carlos Norman Hathcock II “White Feather”

May 20, 1942 – February 23, 1999

93 Confirmed kills

Kehebatan dan bakat alamnya sangat mengagumkan. Biasanya bila seorang sniper selalu ditemani oleh satu orang spotter yang bertugas sebagai asisten dan pengukur jarak tembak bagi sniper. Namun Hathcock mampu bekerja sendirian ketika mendapat tugas untuk membunuh seorang jenderal Vietnam Utara sendirian di sarang musuh!

Selain itu, Hathcock mempelopori penggunaan senapan kaliber 0.5 inchi sebagai senjata sniper jarak jauh. Yaitu dengan memodifikasi .50-caliber M2 Browning Machine Gun sebagai senjata sniper dengan menempatkan teleskop di atasnya, dan memecahkan rekor menembak mati seorang vietkong sejauh 2.500 yards ato sekitar 2.275 meter! Dari sinilah muncul pemikiran untuk melahirkan senapan kelas berat (heavy sniper rifle) untuk jarak yang sangat jauh maupun untuk menembak obyek berat seperti ranpur (kendaraan tempur). Jadi bisa dikatakan nama Hathcock sangat melegenda di antara para sniper dunia.


Kebiasaannya setiap kali memburu musuh yang menjadi sasarannya adalah memasang bulu Elang putih ditopinya sehingga di beri julukan White feather atau si bulu putih atau disebut juga Long Tr’ang. Secara resmi tercatat berhasil menembak 93 korban dan secara tidak resmi 200 korban.

Hathcock berasal dari pedalaman arkansas Tenesse tahun 1942 dan mendaftar di korps Marinir pada tahun 1959. Dalam beberapa tahun kemudian sudah memecahkan record menembak di berbagai kejuaraan. Diantaranya memenangkan kujaraan menembak Wimbledon pada sikap tiarap dengan jarak 100 yard.

Tahun 1966 Kapten Edward James Land merekrut Carlos sebagai instruktur penembak jitu di Da Nang Vietnam Utara. Standard yang di tetapkan dalam sekolah menembak itu adalah 2,5 cm pada jarak 100 m. Menggunakan senapan Sniper MIC Garrand dengan teleskop berkekuatan 2.5 kali. Sebagai sasaran latihan adalah kontainer bekas peluru meriam berwarna hijau olive sehingga sukar dilihat dari jarak jauh.Selama tahun pendidikan 1966 s/d 1967 ke 17 instruktur berhasil melatih 600 calon penembak jitu. Kemudian para penembak inilah yang paling banyak menembak Vietcong dari divisi manapun di korps Marinir.

1. Simo Häyhä “The White Death”

December 17, 1905 – April 1, 2002
705 confirmed kills (505 with rifle, 200 with submachine gun)

Mungkin inilah sniper yang paling terkenal di dunia karena membukukan rekor kill hit yang paling tinggi, yaitu membunuh lebih dari 500 pasukan Rusia dalam periode Winter War tahun 1939-1940. Julukan bagi si Simo Häyä ini adalah “White Dead” karena tentara Finlandia ini selalu menggunakan baju berwarna putih sebagai kamuflase karena medan pertempurannya di area bersalju. Yang sungguh luar biasa adalah Simo Häyä hanya menggunakan senjata bold action standar tanpa menggunakan teleskop, cukup dengan iron sight atau pisir besi biasa! Bagi Simo, penggunaan teleskop pada area bersalju justru akan merugikan karena akan memantulkan cahaya dan persembunyian si sniper akan mudah diketahui.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s